Minggu, 28 Mei 2017

Gertak Masa Muda

Marahku sudah sampai di ubun-ubun
Darahku didih, merah menyala
Kugertakkan gigi, kukepal kedua tangan
Mataku liar, wajahku, entah bagaimana rupanya
Hatiku sedang kacau-kacaunya
Dipaksa melakukan sesuatu yang tak kusuka
Dipaksa turut serta dalam monopoli egoisme
Dipaksa melawan nuraniku sendiri
Aku,
Meski diam, meski tak menyuara
Aku adalah pemberontak
Yang tak bergerak
Geram kutahan-tahan
Amarah kusalurkan ke kepalan tangan
Kesal kuredam dengan gertak gigi
Aku marah
Marah sekali
Ingin berhenti
Pamit dan sudahi
Pergi
Jauh
Mengembara
Bebas
Hilang dalam kehormatan
Inginku sederhana
Keluar dan berguna bagi sesama

Selasa, 23 Mei 2017

Moodswing

Lima detik lalu
Tawaku pecah melihat kelakar di TV
Mendadak murung ketika iklan
Mendadak ingin marah pada siapapun
Mendadak kesal pada apapun yang pernah kulakukan
Mendadak menyesal atas apapun yang pernah kuucap
Mendadak ingat kamu
Mendadak ingin bertemu
Mendadak ingin menyapamu seperti dulu
Mendadak emosiku meledak-ledak
Apapun di sekitarku jadi sasaran
Mendadak Ibu bingung pada tingkahku
Seperti orang gila
Seperti bukan anaknya
Seperti gadis yang kesurupan
Lalu aku sadar
Rindu yang dibendung membuat hidup tak tenang
Itu ekspresi luapan rindu yang bisa kuperlihatkan
Aku yang tak bisa menyampaikan dengan baik
Kamu yang sudah tak lagi peka terhadap rasa
Seringkali seperti ini
Sekarang lebih sering lagi
Jika suaraku tak lagi kau dengarkan
Mohon bacalah setiap rindu yang kupuisikan
Aku takut gila karenamu
Aku takut mati perlahan menanggung rindu sendirian

Senin, 01 Mei 2017

Untitled

Yang berada tepat di hadapanmu
Yang tengah kau pandangi birunya
Yang kau dengar-dengarkan riuhnya
Itu gemuruh ombak, sayang
Yang sedang duduk disampingmu
Yang menyeruput kopi sambil mencuri pandang
Yang berusaha tenang menenangkan bunyi tak keruan
Itu gemuruh jantungku, sayang
Karena duduk disampingmu
Aku merasa nyaman sekaligus deg-degan

Gunung Kidul, 30 April 2017