Percaya nggak?
Aku sih yes. Apapun istilahnya, semua orang pasti tahu apa yang dia tabur itulah yang dia tuai. Tapi beberapa ada yang nggak percaya sih. Terus istilahnya diganti apa yang kamu tabur belum tentu kamu tuai. Masuk akal juga sih kalau dibawa ke zaman sekarang. Tapi konteksnya mungkin lebih ke menyindir para pejabat yang suka ngambil uang rakyat. Hihihi. Yah tapi apalah aku ini yang nggak ngerti masalah politik. Tapi kamu tahu kan kalau aku selalu berusaha ngertiin kamu? Aku juga ngerti gimana cara masakin mamamu masakan yang enak lho. Halaaahhh... 😂
Back to the point: Karma. Aku sih percaya karma itu ada. Mungkin istilahnya aja yang beda-beda. Ketika kamu banyak menolong kamu akan ditolong, ketika kamu banyak memberi kamu akan diberi lebih, ketika kamu banyak mengeluh kamu akan diberi masalah lagi, ketika kamu banyak mendengar kamu akan didengarkan, ketika kamu banyak mengasihi orang kamu akan banyak dikasihi, dan ketika kamu banyak memberi harapan palsu ke orang kamu juga akan dapat balasan diberi harapan palsu. ToT
Nggrantes to? Belakangnya nggak enak ya. Wkwkwk. But, that's a truth. Aku merasa begitu. Entah ada orang yang mengalami hal sepertiku atau tidak?
Sebenarnya agak kesal ketika seorang mas-mas yang pernah sangat dekat denganku bilang, "kamu tuh dek, semua cowok mbok perlakuin sama. Mbok anggep temen semua. Php ah." Sebenarnya aku cuma melongo waktu itu. Terus mikir, ini masnya belum tak tolak aja udah berani ngatain php. Btw, ini masnya baru dekat ya statusnya, bukan pacar, tapi ngomongnya udah bikin aku nggak ingin lebih dekat sama dia. Wkwkwkwk. Lama banget aku kepikiran sama kata-kata masnya itu. Tapi akhirnya aku sampai di simpulan "mungkin masnya benar, selama ini kita sering PHP-in anak orang tanpa kita sadari." Ya kadang kita nggak nyadar apa yang kita lakuin itu termasuk PHP. Misal nih ada yang PDKT terus kita nanggepin chatnya. Udah asyik banget eh tiba-tiba kita mulai berubah. Nggak seaktif dulu lagi membalas chatnya. Kadang juga nggak sengaja PHP karena kita nggak tahu dia ternyata lagi PDKT ke kita. Bisa gini? Bisa. Nggak semua perempuan peka to? Aku termasuk golongan ini. Wkwkwk. Jadi, kadang nggak ngerti kalau PHP karena ya kita nggak ngerasa lagi di PDKTin, apalagi kalau cowoknya nggak to the point.
Sebenarnya yang protes itu cuma satu orang ya. Tapi setelah kupikir ada benarnya, baru ingat yang jadi korban nggak cuma satu orang. Mhehehe. Tapi beneran ya nggak sengaja. Balik ke karma does exist, ternyata hal yang nggak kita sengaja kayak gini pun dapat balasannya. Suatu saat pasti ada yang PHPin balik. Sakit to? Ya emang. Tapi kan mereka yang dulu mbok PHPin juga sakit. Impas to? Dulu pas mereka nyadar kena PHP akhirnya mundur kan? Nah, sekarang belajarlah dari mereka. Mending udah kalau di PHP. Dianya nggak serius ngapain diseriusin kan? Nangis boleh, sedih boleh. Tapi hidupmu masih panjang kan? Ikhlasin, nanti pasti gantinya lebih baik lagi. Anggep dia sebagai pelajaran hidup, salah satunya tentang karma. Jadi, jangan suka PHPin anak orang meski itu cuma faktor ketaksengajaan. Pikirkan akibatnya sebelum berbuat. :)