Jalanan ini mulai sepi
Kepalaku masih ramai percakapan
Jarum pendek menunjuk angka dua
Lelah, rebah
Sayang, mata tak mau pejam
Dialog mereka begitu kejam
Ini dini hari yang mencekam
Banyak makhluk aneh berkeliaran
Kepalaku masih ramai
Mereka mulai berdebat
Sial, aku sudah ingin lelap
Mengapa mereka tetap saling memaki?
Di luar rintik mulai berhenti
Di hati rintik mulai terjadi
Menderas, menjadi-jadi
Kepala kembali memaki
"dasar bodoh, makanya lepaskan"
Hati membalas, tak terima
"kamu yang bodoh, dia terlalu berharga untuk dilepas"
Kepala tertawa, "kamu bisa hancur jika terus bertahan begini"
Hati sudah lelah berdebat
Tapi rintiknya yang deras tak terhentikan
Dia penuh, sudah tak mampu menampung
Mulai bocorlah dinding-dindingnya
Dia meronta kesakitan
Kepala tertawa merasa menang
Pembuluh-pembuluhnya penuh
Akhirnya meledak, dummm
Dia hancur, remuk redam
Kepala benar
Kepala tertawa terbahak
Logika selalu menang
Perasaan selalu kalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar