Senin, 24 April 2017

Instagram Story

Instagram story. Yeppp, fitur terbaru dari instagram yang cocok banget buat aku. Aku nggak terlalu suka mengumbar swafoto, tapi aku suka memamerkan foto benda-benda di sekitarku. Daripada spam foto di timeline aku lebih suka spam di instagram story meskipun batas kadaluwarsanya hanya 24 jam.
Dari instagram story aku juga bisa lihat siapa saja orang yang lihat storyku. Dari instagram story aku juga bisa lihat kegiatannya tanpa aku harus bertanya dia lagi dimana. Kebanyakan orang suka sesumbar di instagram story sekarang, path mulai ditinggalkan.
Dari instagram story aku juga jadi tahu kalau dia sudah menemukan sosok penggantiku. Ah kukira bukan pengganti, mantan kan tak pernah tergantikan? Selalu punya ruang sendiri di hati. Yang baru datang hanyalah pengisi ruang kosong lain di dalam hati dia. Tapi dia punya kuasa atas tombol on off ruangan itu. Dan posisiku sekarang, aku sedang dimatikan. Aku yakin.
Dari instagram storyku, dia tentu tahu beberapa hari yang lalu aku pergi bersama lelaki lain. Entah bagaimana reaksinya, jujur aku ingin tahu. Tapi aku sudah telanjur menyerah karena chat kami sudah berakhir dan aku lah yang terakhir membalas. Murahan bukan kalau aku harus menanyakan hal seperti itu?
Dari instagram story aku juga banyak melihat kegiatannya akhir-akhir ini. Sibuk sekali dia, tapi memang kegiatannya terlihat tidak membosankan. Aku tak perlu khawatir dia akan kesepian. Tapi apakah dia tidak tahu kalau aku sekarang kesepian? Apa dia tidak pernah mengkhawatirkanku?
Dari instagram story dia jadi tahu bahwa aku suka membaca buku. Dan entah kebetulan atau tidak buku yang kami baca adalah buku yang sama. Aku tidak mau menyimpulkan bahwa ini adalah pertanda Tuhan. Dulu memang demikian, tapi sekarang aku sudah tak mau berharap lagi. Dulu, setiap kejadian sama yang kami alami selalu kuanggap pertanda Tuhan bahwa kami memang harusnya bersama. Tapi aku salah, itu hanya pemaksaan pikiran saja agar hatiku merasa senang. Imajinasiku sendiri, padahal dia belum tentu berpikir begitu.
Dari instagram story aku tahu bahwa rindunya bukan lagi aku. Ucapan selamat tidurnya bukan lagi untukku. Aku tahu ada sosok baru yang dia dambakan. Aku harap perempuan itu baik. Aku harap perempuan itu bukan pematah perasaan. Aku harap perempuan itu mampu menyayanginya lebih dari aku. Aku harap dia bahagia meski tidak denganku. Aku harap aku mampu bahagia meski tidak dengannya. :)

Jumat, 21 April 2017

Restu

Maaf, restuku hanya turun
Jika gadismu bisa kau tuntun
Tak selamanya berbeda itu baik
Dalam hal ini, sama adalah mutlak
Sebelum menuju altar suci
Pikirkan dulu baik buruknya
Samakan prinsip
Samakan komitmen
Samakan tujuan
Restuku turun jika kalian sudah sama

Kamis, 20 April 2017

Pergi

Terima kasih sudah mengabaikan
Terima kasih sudah tak membalas
Terima kasih sudah menyediakan jeda
Aku jadi punya waktu berpikir
Aku jadi bisa merenung
Aku kemudian menyadari satu hal
Bahwasanya kamu sedang mencoba merelakanku
Bahwasanya kamu sudah tak ingin kita terlalu dekat
Bahwasanya rasa sayangmu sudah memudar
Meski aku memberimu utuh, kamu cuma membalasnya separuh
Sebenarnya tak apa, karena sayang itu perihal ikhlas
Tapi kali ini terlihat jelas
Kamu ingin aku pergi
Kamu ingin aku mengejar bahagiaku
Maski berkali-kali kukatakan bahagiaku bersama kamu
Namun kamu tetap teguh mengatakan bahwa kamu bukan yang terbaik
Kamu yakin bahwa kamu bukan jodohku
Padahal aku lebih yakin lagi bahwa kamu adalah jodohku
Tuhan selalu memberi pertanda lewat hal-hal kecil yang sama
Yang hanya dialami oleh kita berdua
Namun kali ini aku tak bisa menolak maumu
Aku harus menghilang dari hidupmu
Aku sadar untuk mendapatkan separuh hatimu saja sudah sangat mustahil bagiku
Terima kasih sudah mengusirku dengan halus
Aku pergi dulu mengejar bahagia
Kali ini kupastikan benar-benar pergi

Selasa, 18 April 2017

Untitled

Sekarang yang kuperhatikan benar-benar bukan lagi kamu, melainkan alasanku bertahan. Aku merenung bermalam-malam. Aku hanya bingung pada perasaanku sendiri. Mengapa aku bersikeras mematrimu dalam hati dan ingatanku? Mengapa aku ingin sekali kita kembali seperti dulu? Mengapa aku sangat menyesal tidak memperlakukanmu dengan benar kala itu? Mengapa aku ingin memperbaiki salahku dulu? Padahal aku rasa kamu tidak menginginkannya.  Aku rasa kamu menginginkan  perempuan baru yang jauh lebih baaik dari aku. Aku rasa kamu sudah tak ada lagi rasa terhadapku. Tapi mengapa isi kepalaku tetap kamu? Mengapa aku tetap teguh pada perasaan yang tak  pernah dibalas? Mengapa aku masih berharap mendapat hatimu disaat perhatianmu saja sudah teralih ke perempuan lain? Ini ambisi atau cinta? Ini penasaran atau benar perasaan? Ini takut kehilangan atau takut tidak menemukan yang lain lagi? Entahlah, aku belum bisa memastikan jawaban yang paling.

Minggu, 16 April 2017

Balas Pesan

"Kamu semangat, ya
Seberat apapun bebanmu, selelah apapun tubuhmu, sepusing apapun kepalamu
Ingatlah, kamu punya aku yang bisa kau sandari, kau bagi bebanmu, dan kau mintai bantuan
Dari aku yang menyayangimu sepenuh hati"

Lima menit kemudian kuhapus semua kalimat di atas
Aku sadar aku tak pernah jadi apa-apa di matamu
"minta tolong sama yang lain ya, aku sibuk."
Lalu ku klik tombol send

Jumat, 14 April 2017

Ingin

Dibelakangmu
Aku mendorongmu maju
Mendukung penuh setiap peluhmu
Memijat setiap lelah di punggungmu
Menjadi papan untukmu bersandar
Namun,
Aku lebih ingin menjadi di sampingmu
Menggandeng tanganmu saat takutmu datang
Memegang erat lenganmu saat tubuhmu rapuh
Menyediakan bahuku saat kepalamu butuh
Aku ingin mengiring bukan hanya mendorong
Aku ingin kau sanding bukan hanya kau punggungi
Aku ingin kau seriusi bukan hanya kau perdayai

Senin, 10 April 2017

Jalan(g)

Di jalan ada apa?
Ada asap kendaraan yang menyumbat lubang hidung
Ada deru kendaraan yang memekakkan telinga
Mobil, truk, bus, angkot, sepeda motor
Mana sepeda?
Tak ada, mungkin sebentar punah terganti mesin
Di jalan ada apa?
Ada rumah di tepian jalan
Ada warung—warung tenda penuh jajanan
Ada sungai—sungai yang diapungi sampah
Mana pohon?
Ada, tapi tak banyak lagi
Tak lagi  rindang
Di jalan ada apa?
Ada jalan beraspal yang tak lagi halus
Banyak lubang lelenya
Hati—hati hari hujan
Bisa terjebak kau dibuatnya
Di jalan ada apa?
Ada sapi yang naik truk
Enam ekor dengan muka pasrah
Entah pasrah entah bodoh
Lucu tapi sangat mudah menyerah
Di jalan ada apa?
Ada kerusuhan di dalam angkot
Seorang perawan ditawan perompak
Sadis, mencekam
Di jalan ada kriminalitas
Di jalan ada kejahatan
Di jalan ada kekejaman
Itu jalan atau jalang?

Selasa, 04 April 2017

Pulang

Jika pulangmu bukan aku
Kembalilah saja ke bapak ibukmu
Aku yakin akulah rumahmu
Jika kau tetap ingin pergi
Kusemogakan kau tersesat