Memperlama waktu bercengkrama
Beralas tikar beratap daun
Kita duduk menghadap jalan
Sekitar kita begitu berisik
Kawula muda sibuk bercanda
Guyonan khas malam minggu
Jalanan ramai kendaraan
Sorot mobil membuat mata ingin beralih
Menatapmu?
Ah, jika semudah itu aku ingin sekali melakukannya
Lebih lama, menyelami kisah demi kisah yang tersirat disana
Jika saja jantungku tidak sekencang itu bersuara
Tentu sudah kuberanikan diri sedari tadi
Kita diam, memperhatikan jalanan
Menyeruput susu cokelat hangat yang tak ingin segera kuhabiskan
Tapi apa daya perut lapar tak bisa berbohong
Susu telah habis, kita masih di posisi yang sama
Begitu banyak yang ingin kuceritakan
Begitu banyak yang ingin kutanyakan
Tapi mulut telanjur kelu
Kita diam
Menerka
Perasaan
Di pikiran
Masing-masing