Senin, 20 April 2020
Kolor Ibu
"Nih celana bekas, bisa melindungimu dari si virus sialan. Lekas buatlah masker dari kolor ini!" perintah ibu.
"Tapiii, ini kan kolor bekasnya ibu," protesku sambil memonyongkan bibir.
"Nak, surga ada di telapak kaki ibu. Tapi lestarinya kehidupan bisa jadi dari selangkangan ibumu. Jangan ngeyel!" Kata si ibu.
"Ya sudah ibu, aku kerjakan. Aku ingin kehidupan, sekaligus surga setelah kematian." Ucapku lirih sebelum menyulap kolor bekas ibu menjadi 4 buah masker untuk kami sekeluarga.
Rabu, 15 April 2020
Anomali
Cuaca sedang aneh
Cerah menyengat di musim hujan
Seperti kamu yang tiba-tiba lenyap
Tepat setelah kita bertukar ludah
Cerah menyengat di musim hujan
Seperti kamu yang tiba-tiba lenyap
Tepat setelah kita bertukar ludah
Pecandu
Aku ingin berteduh di rimbunnya bulu ketekmu
Membaui setiap helainya, terbius dalam aroma tubuhmu yang memabukkan
Aku rindu mengacak rambut hitammu yang lebat itu
Lalu menciuminya, karena rambut apekmu juga favoritku
Aku ingin melumat habis bibirmu sampai subuh
Karena semenjak kau mengenalkanku air liur
Aku sudah resmi jadi pecandu!
Membaui setiap helainya, terbius dalam aroma tubuhmu yang memabukkan
Aku rindu mengacak rambut hitammu yang lebat itu
Lalu menciuminya, karena rambut apekmu juga favoritku
Aku ingin melumat habis bibirmu sampai subuh
Karena semenjak kau mengenalkanku air liur
Aku sudah resmi jadi pecandu!
Langganan:
Postingan (Atom)
