Rasanya, semua serba tak aman saat melewati jalan sepi.
Apalagi bagi seorang perempuan.
Sedikit menyimpang dari nalar, begal juga masuk ke jalan-jalan kampung.
Jadi bukan hanya di jalan-jalan utama yang mulai sepi kendaraan.
Tetanggaku yang hendak berkunjung ke rumah anaknya pun menjadi korban.
Jangan dikira jaraknya jauh, barang 200 meter saja sepertinya tidak ada.
Dia hanya perlu menyeberang jalan raya lalu masuk ke gang sedikit.
Naas, kalungnya raib dirampas begal tatkala hampir memasuki mulut gang.
Ada lagi tetangga yang sedang berkendara di siang bolong.
Sama kasusnya, kalungnya ditarik begitu saja oleh orang yang tak dikenal.
Lebih sialnya, tubuhnya oleng lalu terjatuh di jalanan sepi.
Sendiri, hanya bersama motor yang justru menimpa tubuhnya.
Kedua korban di atas perempuan.
Setelah kasus perbegalan mulai meredup, kini mulai muncul penjahat anyar dengan misi yang berbeda.
Alih-alih mengambil barang korban, dia justru menjamah area sensitif si korban.
Dasar otak mesum! Penjahat kelamin!
Dimana kewarasannya ketika tiba-tiba di jalan meremas (maaf) payudara perempuan yang tidak dikenalnya?
Cat calling saja sudah membuat perempuan geram, apalagi pelecehan yang lebih parah seperti ini.
Bulan Januari lalu, nama Ilham Sanin mendadak terkenal setelah tertangkap kamera CCTV melakukan pelecehan pada pejalan kaki di Depok.
Yang membuat geram adalah dia mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng.
Iseng mbahmu kui!
Parahnya lagi, tak hanya sekali dia melakukan pelecehan itu.
Beberapa bulan lalu, kasus serupa juga menimpa seorang perempuan yang pulang kerja di malam hari.
Sebenarnya tidak terlalu malam, masih pukul 21.00.
Peristiwa ini terjadi di area belakang Fave Hotel, Solo.
Ini bukan satu-satunya kasus yang kuketahui.
Pernah aku membaca suatu artikel bahwa kejadian serupa juga terjadi di area belakang kampus UNS.
Apakah Solo di malam hari sudah tidak lagi aman?
Dan jika terjadi hal seperti ini, parahnya ada saja pihak yang justru menyalahkan korban.
Misalnya dengan kalimat ini: Salah siapa keluar malam-malam.
Bah!
Apa hanya lelaki yang boleh keluar di malam hari?
Lalu bagaimana dengan perempuan yang harus kerja dengan sistem shifting?
Apa kami harus merepotkan orang lain untuk mengantar kami? Atau menggunakan jasa ojol padahal pendapatan kami tak seberapa?
Pria yang mesum kok perempuan yang disalahkan?
Bodohnya lagi, kadang justru pakaian si perempuan yang terlalu terbuka katanya mengundang nafsu.
Padahal banyak lo korban-korban pelecehan dengan pakaian yang tertutup rapat dan mengenakan hijab.
Memang dasar pelakunya saja yang sakit mental, nggak waras, otaknya cuma bisa mikir kotor!
Yang salah dari sexual harassment itu otak mesum si pelaku, jangan salahkan pakaian si korban!