Sekarang yang kuperhatikan benar-benar bukan lagi kamu, melainkan alasanku bertahan. Aku merenung bermalam-malam. Aku hanya bingung pada perasaanku sendiri. Mengapa aku bersikeras mematrimu dalam hati dan ingatanku? Mengapa aku ingin sekali kita kembali seperti dulu? Mengapa aku sangat menyesal tidak memperlakukanmu dengan benar kala itu? Mengapa aku ingin memperbaiki salahku dulu? Padahal aku rasa kamu tidak menginginkannya. Aku rasa kamu menginginkan perempuan baru yang jauh lebih baaik dari aku. Aku rasa kamu sudah tak ada lagi rasa terhadapku. Tapi mengapa isi kepalaku tetap kamu? Mengapa aku tetap teguh pada perasaan yang tak pernah dibalas? Mengapa aku masih berharap mendapat hatimu disaat perhatianmu saja sudah teralih ke perempuan lain? Ini ambisi atau cinta? Ini penasaran atau benar perasaan? Ini takut kehilangan atau takut tidak menemukan yang lain lagi? Entahlah, aku belum bisa memastikan jawaban yang paling.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar