Instagram story. Yeppp, fitur terbaru dari instagram yang cocok banget buat aku. Aku nggak terlalu suka mengumbar swafoto, tapi aku suka memamerkan foto benda-benda di sekitarku. Daripada spam foto di timeline aku lebih suka spam di instagram story meskipun batas kadaluwarsanya hanya 24 jam.
Dari instagram story aku juga bisa lihat siapa saja orang yang lihat storyku. Dari instagram story aku juga bisa lihat kegiatannya tanpa aku harus bertanya dia lagi dimana. Kebanyakan orang suka sesumbar di instagram story sekarang, path mulai ditinggalkan.
Dari instagram story aku juga jadi tahu kalau dia sudah menemukan sosok penggantiku. Ah kukira bukan pengganti, mantan kan tak pernah tergantikan? Selalu punya ruang sendiri di hati. Yang baru datang hanyalah pengisi ruang kosong lain di dalam hati dia. Tapi dia punya kuasa atas tombol on off ruangan itu. Dan posisiku sekarang, aku sedang dimatikan. Aku yakin.
Dari instagram storyku, dia tentu tahu beberapa hari yang lalu aku pergi bersama lelaki lain. Entah bagaimana reaksinya, jujur aku ingin tahu. Tapi aku sudah telanjur menyerah karena chat kami sudah berakhir dan aku lah yang terakhir membalas. Murahan bukan kalau aku harus menanyakan hal seperti itu?
Dari instagram story aku juga banyak melihat kegiatannya akhir-akhir ini. Sibuk sekali dia, tapi memang kegiatannya terlihat tidak membosankan. Aku tak perlu khawatir dia akan kesepian. Tapi apakah dia tidak tahu kalau aku sekarang kesepian? Apa dia tidak pernah mengkhawatirkanku?
Dari instagram story dia jadi tahu bahwa aku suka membaca buku. Dan entah kebetulan atau tidak buku yang kami baca adalah buku yang sama. Aku tidak mau menyimpulkan bahwa ini adalah pertanda Tuhan. Dulu memang demikian, tapi sekarang aku sudah tak mau berharap lagi. Dulu, setiap kejadian sama yang kami alami selalu kuanggap pertanda Tuhan bahwa kami memang harusnya bersama. Tapi aku salah, itu hanya pemaksaan pikiran saja agar hatiku merasa senang. Imajinasiku sendiri, padahal dia belum tentu berpikir begitu.
Dari instagram story aku tahu bahwa rindunya bukan lagi aku. Ucapan selamat tidurnya bukan lagi untukku. Aku tahu ada sosok baru yang dia dambakan. Aku harap perempuan itu baik. Aku harap perempuan itu bukan pematah perasaan. Aku harap perempuan itu mampu menyayanginya lebih dari aku. Aku harap dia bahagia meski tidak denganku. Aku harap aku mampu bahagia meski tidak dengannya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar