Kamis, 05 Oktober 2017

Kamu Terlalu Baik Untukku

Apa salahnya sih kalau memutuskan hubungan dengan alasan "kamu terlalu baik untukku"? Aku rasa ini alasan yang logis kok daripada bilang aku mau fokus ujian dulu.
Ada orang-orang yang dibersamakan tapi perasaannya belum sama. Aku pernah merasakan ini, disayangi dengan sebegitunya tapi aku tak ada perasaan sama sekali. Dia baik. Baik sekali malah. Dia yang selalu berusaha, sementara aku hanya diam menebak perasaanku sendiri. Dia pernah melakukan kesalahan kecil, tapi dia meminta maaf dengan cara yang besar. Aku tak sebaik dia. Aku seorang gadis yang melulu hidup dalam payung masa lalu. Dusta kalau harus mengatakan akupun menyayangimu sementara hati masih tertaut masa lalu.
Memang ada sesuatu yang bergejolak saat kami bergandengan tangan, namun itu hanya sesaat. Aku memastikan perasaanku sendiri bahwa aku tak pernah menyayanginya. Kukatakan padanya dia terlalu baik untukku. Kujelaskan bahwa aku berusaha menyayanginya, tapi perasaan tak dapat dipaksa. Dia paham, namun tak semudah itu menyerah. Meski pada akhirnya, acuhku membuat dia lelah dan memutuskan menyerah.
Syukurlah sekarang dia dibersamakan dengan perempuan yang baik. Aku lega dan tak menyesal sama sekali. Terima kasih pernah mengusahakan yang terbaik untukku. Percayalah, aku sungguh-sungguh ketika mengatakan "kamu terlalu baik untukku."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar