Bukan hanya pakaian saja, alas kaki pun kalau bisa yang warnanya netral.
Pernah sekali aku mau melayat memakai slip on warna merah, Ibuk langsung menegurku.
Kupikir mana ada orang segitunya memperhatikan sepatu, aku lupa netizen sekarang kritis-kritis. :(
Untung aku menuruti kata Ibuk dan ganti mengenakan sepatu berwarna abu-abu.
Outfit yang dipakai tidak hanya menyangkut warna, namun juga pakaian sopan yang benar-benar menutup tubuh.
Seiring perkembangan zaman, warna seperti tak lagi bermakna.
Hitam atau warna gelap yang diartikan sebagai warna bela sungkawa mulai diracuni warna-warna lain.
Meski masih jarang terjadi, namun mataku pernah menangkap warna pakaian merah, hijau, bahkan kuning di pemakaman.
Sudah macam balon saja~
Tentu saja warna baju yang menyolok langsung jadi bahan 'rasan-rasan' bagi ibu-ibu yang melayat.
Aku tidak ikut 'ngrasani', namun selalu penasaran hingga mencuri dengar percakapan-percakapan mereka.
Nah, baru-baru ini ada pemandangan cukup aneh yang aku saksikan saat melayat.
Seorang ibu dengan rok pendek(lebih dari 5 cm di atas lutut) berbahan jeans, atasan kaos pendek yang benar-benar ketat, tanpa make up tebal(hanya bedak tipis dan lipstick), berkacamata hitam, memakai wedges tinggi, dan tangannya membawa clutch.
Jujur saja, badan ibu tersebut bagus.
Tingginya di atas rata-rata dan beratnya terlihat ideal.
Sebenarnya, ini seperti angin segar di tengah suasana duka yang rentan bau dupa.
Namun yah, lagi-lagi ibu-ibu di barisan kursi depan berbisik-bisik ngrasani.
Cuping telingaku tak mampu mencuri dengar percakapan mereka yang berjarak kurang lebih 8 meter dariku.
Tapi pastilah mereka membicarakan OOTD nyeleneh si ibu nyentrik tadi.
Seperti yang kubilang tadi, dandanan si ibu memang menarik, bahkan menarik ibu-ibu lain untuk berkomentar.
Namun kurasa, tak banyak bapak-bapak yang berkomentar.
Biar saja mereka menikmati pemandangan indah itu.
Aku bukannya mau membela ibu-ibu yang ngrasani si ibu nyentrik.
Namun, berpakain OOTD seperti itu dalam suasana duka rasanya kurang pantas.
Terakhir kudengar bisik-bisik bahwa ibu nyentrik tersebut berprofesi sebagai penyanyi dangdut.
Yah, tentu gaya berpakaiannya menambah kesan negatif pedangdut yang sebenarnya saat ini mulai dihormati publik.
Karena satu orang, citra pedangdut lain yang berpakain normal jadi turut kena imbas.
Seharusnya si ibu nyentrik paham menempatkan diri saat mau OOTD.
Apapun profesinya, prinsip 'desa mawa cara, negara mawa tata' harusnya tetap dijalankan.
Ps: Maaf, aku lagi nyamar jadi netizen berisik yang suka komentar urusannya orang lain wkwk~
opo iyok?
BalasHapus