Hei...
Kamu pasti seistimewa seblak sampai bisa membuatku jatuh hati
Aku jadi penasaran, kelak, apa yang membuatku jatuh cinta kepadamu?
Candaankah? Atau kepandaianmu? Atau gombalanmu?
Eh, jangan dijawab sekarang!
Jangan datang sekarang!
Puas-puasin dulu dengan kesenanganmu sekarang
Terserah kalau kamu masih tersesat di pelukan perempuan lain
Asal pulangmu tetap aku
Sekarang kamu boleh kok mabok, kasar, malas-malasan ibadah
Tapi janji ya, besok jadi lebih baik
Jangan malah tambah parah terjerumus
Karena aku butuh pemimpin yang takut sama Tuhan
Nanti kalau hatiku sudah siap 100%, silahkan kamu bertamu baik-baik
Tapi kalau sudah diterima dengan ramah, jangan keluar masuk lo ya
Ini hati, bukan jalan tol
Hatiku pernah roboh, tapi kelak ketika kamu datang, ku pastikan sudah ku bangun ulang
Lebih kokoh pastinya
Berpondasi kepercayaan, dindingnya terbuat dari kesetiaan, dan isinya dipenuhi kasih, kenyamanan, damai sejahtera, serta sukacita
Tapi sekali lagi ku tegaskan
Kamu tidak usah terburu-buru datang
Aku belum cukup siap sekarang
Aku masih membereskan puing-puing robohan yang harus segera dibuang
Bahkan debu-debu yang masih beterbangan harus kubersihkan dulu
Bersabarlah, sayang
Kelak ketika waktunya tiba, pastikan kita sudah sama-sama siap
Bukan karena tergesa-gesa diuber usia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar