Krikkk.. Krikkk.. Krikkk...(garing banget recehnya).
Hahaha..
Sudut pandang.
Salah satu jenis sudut yang lebih sering dibahas di pelajaran Bahasa Indonesia daripada Matematika.
Mengapa dia berbeda? Tidak seperti sudut lainnya?
Entahlah, tidak terlalu penting.
Yang jelas pokok permasalannya bukan itu juga.
Sudut pandang.
Sudut yang dipunyai tiap orang dan hampir setiap orang punya sudut pandang yang berbeda.
Kadang sudut pandang ini dikambinghitamkan jadi alat pembenaran ketika seseorang bersalah.
Misalnya nih ketika dua orang yang awalnya sangat dekat tiba-tiba salah satu pergi begitu saja.
Yang ditinggalkan pasti mikir jahat banget dia ninggalin aku padahal udah lama bareng.
Di sisi lain, orang yang meninggalkan pasti punya alasan kuat kenapa dia sampai pergi.
Orang lain juga bisa punya pemikiran lain, bisa saja membela orang yang ditinggalkan, atau malah membela orang yang meninggalkan.
Tapi percayalah, orang yang ditinggalkan selalu punya pandangan bahwa orang yang meninggalkannya lah yang salah.
Padahal belum tentu.
Seiring berjalannya waktu, dia akan sadar.
Bisa saja dia yang salah.
Dia kurang bisa menjaga, kurang bisa menghargai yang tinggal, kurang bisa menyenangkan yang ingin menetap.
Seiring mendewasa, sudut pandangnya ikut berubah.
Dia menyesal karena tidak bisa menjadi baik.
Dia menyesal karena melewatkan orang yang begitu berharga.
Tapi dia tak menyesal terlalu banyak belajar Matematika daripada Bahasa Indonesia.
Paling tidak ilmunya berguna bagi sesama.
-pemuja geprekan cabe 10-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar