Tuan,
Ku rebah di ranjang resah
Kelam malam dan gelisah
Memejam sejenak, tersentak bisikan
Lirih, tapi memacu degup
Mekar khawatir dan ketakutan
Menebak sedang apa kau kini
Mengandai jarak bisa dilipat
Membayang segala kemungkinan pahit
Ah bukan,
Bukan tentang pisah
Daripada itu
Aku lebih takut kau lupakan
-Pemuja geprekan cabe 10-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar