Rabu, 22 Januari 2020

Autotomi

Untuk pria yang pernah berbagi rahasia hidupnya denganku.....

Hai! Apa kabar?
Bagaimana hidupmu setelah bebas dari aku? Pasti bahagia ya!
Ah, tentu saja kamu bahagia
Usai memutuskan hubungan secara sepihak, kamu langsung deklarasikan 'FREE!'
Hmmm, bahagia sekali ya seperti burung liar yang lepas dari sangkar
Kontras memang dengan keadaanku sekarang
Hancur boi!
Aku sudah berusaha menata ulang kisah kita, tapi lagi-lagi kamu yang merusak tatanan
Aku sudah berusaha membangun lagi rasa percaya, tapi kamu malah asyik terpikat dengan kenikmatan yang ditawarkan dunia
Apa bagimu, hidup hanya tentang bersenang-senang saja?
Kalian sama saja, tidak tahu menghargai diri sendiri dan orang lain!
Aku patah Boi, bak buntut cicak
Tapi tak apa, aku sedang melindungi diriku sendiri dari rasa sakit yang lebih parah
Aku bersedih, hingga kini masih
Aku marah tiap ingat kata-katamu yang merendahkanku
Aku kecewa, merasa salah ambil keputusan memberimu kesempatan kedua, kala itu
Aku kesal karena untuk bertemu terakhir kali saja, kau tak sudi padahal sudah membuat janji
Boi, kamu hanya memikirkan rasa sakitmu sendiri
Sementara sakitku?
Jika bagimu aku salah, bukankah seharusnya masih ada pintu maaf?
Aku memberimu kesempatan lagi, kenapa kau tidak bisa?
Tadinya. Ku pikir begitu. Kau memberi maaf, lalu kita kembali
Tapi kupikir-pikir lagi, memang sepertinya aku tak mampu lagi membersamaimu
Aku lelah sendiri jika harus selalu mengalah, juga menuruti egomu yang sebesar gunung
Aku sadar, ada saatnya aku harus menjadi cicak untuk diriku sendiri
Melepaskan sesuatu yang berharga demi tetap bertahan
Nanti, suatu saat akan tumbuh lagi semakin kuat

(21.01.2020)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar