Tak perlu tak enak hati. Jika tanpa sengaja kita bertemu, sapalah aku sebagai kawan. Jangan pura-pura tak kenal. Usah lawan takdir bahwa kita pernah saling sayang.
Tak perlu tak enak hati. Jika kau sudah menemukan penggantiku, usah sungkan memamerkannya. Itu hak kalian. Aku tak akan ikut campur.
Tak perlu tak enak hati. Jika kita bertemu dengan pasangan kita masing-masing, usah ragu bercerita bahwa kita adalah sepasang mantan. Aku siap berkenalan dengan gadismu. Aku tak akan menjelekkanmu di hadapannya.
Tak perlu tak enak hati. Jika kau butuh telinga, aku siap mendengarmu. Jika kau butuh masukan, aku siap menasehatimu. Namun, jangan sekali-kali kau minta aku kembali. Dengan susah payah aku belajar berdiri, kemudian datang seseorang yang mengajari berjalan, lalu berlari. Sudah sejauh ini aku melangkah, jangan kejar lagi.
Tak perlu tak enak hati. Jika butuh bantuan, aku siap membantu setulus hati. Namun jangan minta lagi hatiku. Dia yang mematahkan tak bisa sekaligus menjadi yang menyembuhkan. Dan aku sudah bersama penyembuhku sekarang.
Bersamamu dulu, aku bahagia. Namun sekarang, aku lebih bahagia bersamanya. Yang dulu biarlah lalu. Mari kita hidup dalam bahagia kita masing-masing. Tidak bersama lagi bukan berarti tidak berteman. Anggaplah aku sebagai kawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar