Rabu, 20 September 2017

Wagu

"Mbak, kapan jalanmu benar?"
"Maksude piye?"
"Mbok kalau jalan kayak perempuan. Rapet kakinya. Masak kayak preman gitu."
"Hehehe...Udah kebiasaan gini."

Yaaash, cara jalanku dikomentari. Jadi kepikiran aja. Mengapa tidak dari dulu kuperbaiki cara jalanku. Padahal sekarang sudah menjadi kebiasaan.
Belakangan aku jadi berpikir. Kalau begini terus, nanti pas nikah gimana. Mosyok wagu banget jalannya mbadongi. Iyaaa, yang paling kutakuti dari cara jalanku yang aneh adalah pas nikah nanti. Mau di pemberkatan atau di resepsi, manten pasti jalan melewati para tamu undangan. Nggak bisa bayangin kalau nanti dikomentari ibu-ibu tetangga "Ishhh, mantene wedok mlakune koyo lanang." Aaaaa, nggak mau begitu. Mau nggak mau harus mengubah kebiasaan cara jalan. Mau nggak mau harus kayak cewek pada umumnya. Mau nggak mau harus belajar dari adek sepupu yang cewek banget. Mau nggak mau harus belajar pakai heels. Mau nggak mau harus mikirin nikahnya sama siapa. Lha wong calon belum ada kok udah mikir sampai mantenan. :"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar