Jumat, 06 Januari 2017

Curhat

Hari ini melelahkan sekali. Ruang kerjaku pindah ke ruangan sebelah, jadi harus angkut – angkut barang ini itu. But, it was fun, aku menikmatinya. Aku baru sadar kalau kerja dikelilingi buku itu rasanya sangat menyenangkan dan terlihat keren. Hahaha. Padahal sudah setengah tahun disana tapi baru nyadar sekarang.
Sepulang kerja aku mampir membeli asturo untuk perlengkapan Natal esok hari. Lalu aku pergi ke gereja untuk menyelesaikan tugasku sebagai sie acara. Bertemu dengan teman – teman membuatku senang. Sangking merasa senang dan nyaman, akhirnya aku keceplosan cerita masalah kemarin dan ujung-ujungnya curhat. Wkwkwkwk. Cewek mah gitu ujung –ujungnya curhat. Sebenarnya aku pengen nyimpen semuanya sendirian, biar nggak menimbulkan perselisihan. Tapi ya gitu deh mulut cewek suka keceplosan kan?
Aku bukan tipikal orang yang mudah cerita masalah pribadi ke sembarang orang. Kalau nggak deket banget aku pilih merahasiakan semuanya. Selama aku mampu menyelesaikan masalahku, aku akan berusaha menyelesaikannya sendiri. Didikan nenekku memang seperti itu, biar aku mandiri, biar aku nggak bergantung sama orang lain. Tapi kalau masalahku emang terlalu ruwet, aku akan cerita ke teman yang paling bisa kupercaya. Beruntungnya aku punya teman yang bisa diajak curhat (jadinya nggak perlu ngomong sama rumput yang bergoyang). Beruntungnya aku tidak sepenuhnya introvert, aku masih bisa menceritakan masalahku pada orang lain.
Meski tidak terlalu suka bercerita ke orang asing, namun bagiku curhat itu penting. Mendengarkan dan didengarkan adalah kebutuhan bagi setiap manusia. Curhat itu mengasyikkan, apalagi kalau curhat pada orang yang ahli di bidang permasalahan kita. Kita jadi bisa melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain. Kita bisa mendapatkan solusi dari keresahan yang kita alami. Selama ini Tuhan mengajarkan kita untuk hidup saling berbagi dan tolong menolong. Bagiku, curhat memenuhi kualifikasi tersebut. Tapi jangan jadi egois, jangan jadi orang yang hanya mau didengarkan tanpa mau mendengar. Bukankah hidup itu harus seimbang?

“Jadi, jangan terlalu gengsi untuk berbagi resah dengan orang lain dan jangan terlalu angkuh hingga tidak mau mendengarkan keluhan orang lain. Baik menjadi pendengar maupun menjadi yang didengarkan akan memberikan manfaat bagi diri kita.”


#Junal365Hari #Day6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar