Hari ini melelahkan sekali. Ruang
kerjaku pindah ke ruangan sebelah, jadi harus angkut – angkut barang ini itu. But,
it was fun, aku menikmatinya. Aku baru sadar kalau kerja dikelilingi buku itu rasanya sangat menyenangkan dan terlihat keren. Hahaha. Padahal sudah setengah tahun disana
tapi baru nyadar sekarang.
Sepulang kerja aku mampir membeli
asturo untuk perlengkapan Natal esok hari. Lalu aku pergi ke gereja untuk
menyelesaikan tugasku sebagai sie acara. Bertemu dengan teman – teman membuatku
senang. Sangking merasa senang dan nyaman, akhirnya aku keceplosan cerita masalah kemarin
dan ujung-ujungnya curhat. Wkwkwkwk. Cewek mah gitu ujung –ujungnya curhat. Sebenarnya
aku pengen nyimpen semuanya sendirian, biar nggak menimbulkan perselisihan. Tapi
ya gitu deh mulut cewek suka keceplosan kan?
Aku bukan tipikal orang yang
mudah cerita masalah pribadi ke sembarang orang. Kalau nggak deket banget aku
pilih merahasiakan semuanya. Selama aku mampu menyelesaikan masalahku, aku akan
berusaha menyelesaikannya sendiri. Didikan nenekku memang seperti itu, biar aku
mandiri, biar aku nggak bergantung sama orang lain. Tapi kalau masalahku emang
terlalu ruwet, aku akan cerita ke teman yang paling bisa kupercaya. Beruntungnya
aku punya teman yang bisa diajak curhat (jadinya nggak perlu ngomong sama
rumput yang bergoyang). Beruntungnya aku tidak sepenuhnya introvert, aku masih
bisa menceritakan masalahku pada orang lain.
Meski tidak terlalu suka bercerita ke orang asing, namun bagiku curhat itu penting. Mendengarkan dan
didengarkan adalah kebutuhan bagi setiap manusia. Curhat itu mengasyikkan,
apalagi kalau curhat pada orang yang ahli di bidang permasalahan kita. Kita jadi
bisa melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain. Kita bisa mendapatkan
solusi dari keresahan yang kita alami. Selama ini Tuhan mengajarkan kita untuk
hidup saling berbagi dan tolong menolong. Bagiku, curhat memenuhi kualifikasi
tersebut. Tapi jangan jadi egois, jangan jadi orang yang hanya mau didengarkan
tanpa mau mendengar. Bukankah hidup itu harus seimbang?
“Jadi, jangan terlalu gengsi untuk berbagi resah dengan orang lain dan
jangan terlalu angkuh hingga tidak mau mendengarkan keluhan orang lain. Baik menjadi
pendengar maupun menjadi yang didengarkan akan memberikan manfaat bagi diri
kita.”
#Junal365Hari #Day6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar