Rabu, 04 Januari 2017

Inspiring People

Penampilanmu selalu cukup, tak pernah mewah namun tak juga kurang
Bukan mobil yang kau tumpangi, namun bukan juga sepeda onthel
Engkau adalah gambaran nyata dari sebuah kesederhanaan
Engkau adalah sosok yang tepat untuk digugu lan ditiru versiku
Guruku, idolaku
Guruku yang identik dengan motor bebek bernama Bebiben
Guruku yang tak suka marah, selalu tersenyum, selalu membuat tawa
Ah, apa kabar Bapak?
Tiba – tiba kurindu
.
.
.
Inspiring people versiku adalah Bapak ini, guruku waktu SD. Beliau adalah alasanku kuliah mengambil jurusan matematika. Waktu SD aku anak yang plin-plan. Jika ditanya cita-cita jawabanku selalu berubah – ubah. Kadang dokter, kadang polwan, kadang astronot, sungguh tidak konsisten. Astronot terdengar konyol bukan? Ya begitulah aku dulu, konyol, bahkan masih tetap konyol sampai sekarang. Tapi bagiku cita – cita tidak ada yang konyol. :)

Waktu kelas 6 aku mulai berpikir ulang mengenai cita-citaku. Entah mengapa waktu itu aku memaksa diri harus mempunyai target masa depan agar motivasi belajarku tidak turun. Hahaha, konyol banget kan? Guruku, panggil saja Pak W ini membawa suasana yang berbeda di kelas. Kelas jadi menyenangkan setiap beliau mengajar. Aku kagum dengan caranya mengajar, tidak terlalu serius namun mudah dimengerti. Pak W sangat humoris sehingga bisa cepat akrab dengan murid- muridnya. Setiap pagi kami selalu diberinya sarapan pagi. Sarapan? Enak dong ya tiap hari sarapan gratis. Eits,sarapan versi beliau adalah soal – soal matematika. Semacam kuis kecil, bagi yang bisa menjawab pertama kali akan diberi imbalan uang Rp500,00. Lima ratus pada zamanku bisa buat jajan 5 cilok atau plencing bakmi atau gulali atau jajanan lainnya. Pokoknya waktu itu uang Rp500,00 setara dengan uang sakuku sehari. 

Aku merasa tertantang dengan sarapan yang disediakan beliau. Sejak saat itu, aku menjadi suka dengan matematika. Cita – citaku berubah lagi. Ya, berubah menjadi guru matematika. Ini alasanku memilih kuliah jurusan matematika meskipun sejujurnya aku juga menyukai biologi.  Yah meskipun sampai sekarang cita – cita itu belum terwujud sepenuhnya, namun tetap kuusahakan agar segera terwujud. :)

Terima kasih Pak W, tanpamu aku akan selalu merasa lapar. Terima kasih untuk sarapan mendidik dan bonus makan siang (kalau dapat uang Rp500,00)yang selalu kau berikan. Cita – citaku masih tetap sama Pak, aku akan selalu berusaha meraihnya. :)

#Jurnal365Hari #Day4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar