"Kini tiba saatnya kita akan berpisah
Selamat tinggal tahun yang lama penuh kenangan
Semoga di tahun yang baru Tuhan memberkati
Kebahagiaan yang lebih dari tahun yang silam"
.
.
.
2017
Tanggal satu bulan satu tahun baru, kuawali dengan
menuliskan resolusi 2017 dan evaluasi 2016. Bersyukur mampu melewati satu tahun
kabisat yang cukup menantang dan penuh drama. Awal tahun lalu aku bertekad dan
berjuang menyelesaikan skripsi dengan penuh kepayahan. Ketakutan pada dosen
killer, kemalasan mengutak – atik file skripsi karena sibuk dengan hobi yang
dibayar, beruntungnya aku masih berpikiran waras dan sadar bahwa ini semester terakhir beasiswaku. Aku selesaikan
semuanya di bulan April. Akhirnya pertengahan tahun aku resmi mengenakan toga. Ya,
aku resmi Sarjana. Satu bulan setelah wisuda, aku diterima bekerja di sebuah
perusahan swasta dan bertahan hingga sekarang. Akhir tahun diterpa badai
bertubi – tubi. Mengikut Tuhan tidak semudah itu kan? Banyak diberi pencobaan
di bulan November – Desember. Teman dekatku menjauh dan akhirnya memilih undur
dari pelayanan. Jujur aku sedih sekali, tapi kudoakan yang terbaik untuknya. Kuhormati
pilihannya meskipun aku, yahhh jujur sedikit kecewa. Kujanji kami tetap teman
selamanya.
Ada banyak kecewa, sedih, sakit di tahun 2016, tapi Tuhan
juga memberi banyak sukacita, berkat, dan kekuatan. Aku pernah begitu rapuh,
begitu patah di 2015, namun Tuhan pulihkan di 2016. Perlahan memaafkan,
berdamai dengan diri sendiri, menerima bahwa patah hati adalah fase yang harus
dilewati setiap orang. Aku pernah merasa kecewa, menyesal karena telat lulus. Namun
aku percaya Tuhan akan memberikan sesuatu di waktu yang tepat, tepat menurut
versi-Nya, dan itu nyata terjadi. Memang telat lulus, namun Tuhan memberiku
nilai lebih tinggi dari yang kuharapkan. Tidak lama setelah lulus, Tuhan
menyediakan ladang untukku. Sungguh banyak berkat kuterima di tahun 2016. Hari
terakhir di tahun 2016 Tuhan memberiku kejutan lainnya. Aku dinyatakan menang
undian sepeda dari sebuah toko buku online. Tadinya aku hanya iseng ikut undian
berhadiah dengan menggunakan kode struk pembelian buku, namun ternyata Tuhan
ngasih lebih lagi. Kemudian aku berpikir “maybe, it’s another hobi yang
dibayar.”
Hobi yang dibayar versiku adalah menggambar. Pertengahan 2015
aku bergabung menjadi tukang gambar di Solo Doodle. Awalnya sekedar proyek
iseng, lama – kelamaan menggiurkan juga hasilnya. Menggambar di mug, piring,
talenan tak semudah menggambar di atas kertas. Namun lama – lama terbiasa juga.
Aku bertahan satu tahun dan sekarang sedang hiatus. Mungkin suatu saat aku akan
kembali lagi, who knows? J
Yang kumaksud another hobi yang dibayar adalah membaca. Belakangan aku jadi
suka membaca, berkomitmen untuk selalu membeli buku setiap bulan. Siapa sangka
hobi iseng ini menghasilkan sepeda gunung? J
#Jurnal365Hari #Day3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar