Selasa, 03 Januari 2017

Kenangan dan Harapan

"Kini tiba saatnya kita akan berpisah
Selamat tinggal tahun yang lama penuh kenangan
Semoga di tahun yang baru Tuhan memberkati
Kebahagiaan yang lebih dari tahun yang silam"
.
.
.
2017
Tanggal satu bulan satu tahun baru, kuawali dengan menuliskan resolusi 2017 dan evaluasi 2016. Bersyukur mampu melewati satu tahun kabisat yang cukup menantang dan penuh drama. Awal tahun lalu aku bertekad dan berjuang menyelesaikan skripsi dengan penuh kepayahan. Ketakutan pada dosen killer, kemalasan mengutak – atik file skripsi karena sibuk dengan hobi yang dibayar, beruntungnya aku masih berpikiran waras dan sadar bahwa ini semester terakhir beasiswaku. Aku selesaikan semuanya di bulan April. Akhirnya pertengahan tahun aku resmi mengenakan toga. Ya, aku resmi Sarjana. Satu bulan setelah wisuda, aku diterima bekerja di sebuah perusahan swasta dan bertahan hingga sekarang. Akhir tahun diterpa badai bertubi – tubi. Mengikut Tuhan tidak semudah itu kan? Banyak diberi pencobaan di bulan November – Desember. Teman dekatku menjauh dan akhirnya memilih undur dari pelayanan. Jujur aku sedih sekali, tapi kudoakan yang terbaik untuknya. Kuhormati pilihannya meskipun aku, yahhh jujur sedikit kecewa. Kujanji kami tetap teman selamanya.

Ada banyak kecewa, sedih, sakit di tahun 2016, tapi Tuhan juga memberi banyak sukacita, berkat, dan kekuatan. Aku pernah begitu rapuh, begitu patah di 2015, namun Tuhan pulihkan di 2016. Perlahan memaafkan, berdamai dengan diri sendiri, menerima bahwa patah hati adalah fase yang harus dilewati setiap orang. Aku pernah merasa kecewa, menyesal karena telat lulus. Namun aku percaya Tuhan akan memberikan sesuatu di waktu yang tepat, tepat menurut versi-Nya, dan itu nyata terjadi. Memang telat lulus, namun Tuhan memberiku nilai lebih tinggi dari yang kuharapkan. Tidak lama setelah lulus, Tuhan menyediakan ladang untukku. Sungguh banyak berkat kuterima di tahun 2016. Hari terakhir di tahun 2016 Tuhan memberiku kejutan lainnya. Aku dinyatakan menang undian sepeda dari sebuah toko buku online. Tadinya aku hanya iseng ikut undian berhadiah dengan menggunakan kode struk pembelian buku, namun ternyata Tuhan ngasih lebih lagi. Kemudian aku berpikir “maybe, it’s another hobi yang dibayar.”

Hobi yang dibayar versiku adalah menggambar. Pertengahan 2015 aku bergabung menjadi tukang gambar di Solo Doodle. Awalnya sekedar proyek iseng, lama – kelamaan menggiurkan juga hasilnya. Menggambar di mug, piring, talenan tak semudah menggambar di atas kertas. Namun lama – lama terbiasa juga. Aku bertahan satu tahun dan sekarang sedang hiatus. Mungkin suatu saat aku akan kembali lagi, who knows? J Yang kumaksud another hobi yang dibayar adalah membaca. Belakangan aku jadi suka membaca, berkomitmen untuk selalu membeli buku setiap bulan. Siapa sangka hobi iseng ini menghasilkan sepeda gunung? J

Dan di 2017 ini aku berkomitmen untuk menulis jurnal 365 hari. Terinspirasi dari idolaku, Bung, sapaan akrabnya yang sudah terlebih dahulu menulis jurnal di 2016. Aku akan mulai menulis setiap hari, meski tidak semuanya harus dipublikasikan. Aku sudah membuat wishlist 2017 kemarin lusa dan siap untuk mewujudkan yang belum terwujud. "Teruntuk angan dan ingin yang menjadi wishlist-ku, kuharap kalian bukan sekedar angin lalu bagi semangatku yang menggebu. Aku janji akan mengusahakan kalian terwujud di tahun ini. God leads me. Amen." J

#Jurnal365Hari #Day3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar