Temanku pernah bilang begini, "yang kerjanya udah enak gaji lumayan kok malah ninggalin kerjaannya sih, yg lainnya aja masih pada kesusahan nyari kerja." Awalnya aku mikir ini orang ngapain sih ngurusi kerjaan orang lain. Dia belum ngerti sih rasanya kerja tapi hatinya udah nggak di situ.Tapi belakangan aku pikirin ulang kata-katanya. Memang ada benarnya sih. Temanku yang notabene masih fresh graduate juga sering cerita nyari kerja itu susah. Aku juga dulu pernah berjuang masukin lamaran sana sini, nyatanya juga hanya beberapa yang merespon lamaranku.
Aku sering mengeluhkan pekerjaanku yang sekarang. Melelahkan, membuat mata sakit, pikiran terkuras. Selalu ber-negative thinking "udahan aja ah, gaji berapapun kan nggak bakalan bisa bikin mata normal lagi kalau mata telanjur minus".
Tapi aku mikir lagi, temanku aja diluar masih banyak yang luntang-lantung nyari kerjaan, aku malah seenaknya saja mau berhenti. Kok kesannya aku kayak kurang bisa bersyukur sama pekerjaan yang sudah Tuhan berikan. Memang pekerjaanku belum baik, ini juga bukan cita-citaku, tapi selama aku berusaha untuk menjadi lebih baik bukankah hal-hal yang baik juga akan mengikuti? Baik tidaknya kan bergantung sudut pandang kita sendiri. Seperti kata pepatah "love what you do", selama kita mencintai pekerjaan kita, semuanya akan baik-baik saja bukan? Mencintai berarti selalu memakai hati saat bekerja, selalu membuat karya tanpa paksaan, serta enjoy dengan apa yang kita lakukan. Meski aku belum bisa menerapkan "do what you love", aku berusaha untuk selalu mencintai pekerjaanku. Yakin saja Tuhan menempatkan aku disini bukan hanya untuk menjadi sia-sia, pasti ada rencana indah dibalik semuanya. :)
Terakhir, mengutip lagunya Bang Tulus yang berjudul Mahakarya.
"Beri hati pada setiap kerja kerasmu, karya-karyamu"
#Jurnal365Hari #Day11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar