Selasa, 17 Januari 2017

Dia yang Kudamba

Tidak harus bisa memecahkan Teorema Fermat yang rumit. Tidak harus paham setiap detail teori mekanika kuantum. Tidak harus jenius seperti Einstein. Tapi aku ingin yang seperti Galilei ataupun Kepler, mereka  taat beragama.
Taat beragama adalah syarat mutlak kekasih idaman versiku. Dia yang bersamaku haruslah pribadi yang bisa menuntunku menjadi orang yang lebih baik. Apalah aku yang imannya masih mudah goyah, mudah terombang – ambing arus dunia yang semakin kuat menuju kekelaman.
Dia yang kudamba adalah orang yang setiap minggu boleh duduk denganku di kursi Gereja. Sederhana, namun romantis bukan? Kami saling mendoakan satu sama lain, saling menjaga komitmen, dan saling mendukung satu sama lain.
Dia yang kudamba adalah dia yang bisa kuajak berdebat. Masalah apapun, yang penting kami bisa beradu argumen. Tahu kan kodratnya perempuan memang menjadi cerewet.  Jadi, aku ingin berdebat dengannya, apapun topiknya asalkan dengannya. J
Dia yang kudamba tidak harus putih kulitannya. Bukannya rasis, namun aku suka yang sawo matang, terlihat lebih keras usahanya dalam bekerja. Mungkin tidak begitu aslinya, namun pemikiranku begitu, hehehe. Aku gadis yang boleh dibilang pendek, jadi aku mengharapkan dia yang badannya tinggi. Kata orang biar bisa memperbaiki keturunan. Memang benar sih, aku setuju hehehe.  Dia yang perutnya buncit  justru menggemaskan bagiku, empuk, tidak akan menyusahkan jika kuajak makan, menu apapun pasti mau hahaha.
Dia yang kudamba adalah yang mau menemaniku membaca, yang selalu sabar menunggu kepulanganku, yang telinganya tak pernah menolak mendengar ceritaku, yang tangannya tak pernah menyakitiku, dan yang mau menegurku jika aku berbuat salah. Dia yang kudamba adalah dia yang membolehkanku ikut berkegiatan bersamanya, apapun itu asal bersamanya. Dia yang kudamba adalah dia yang konsisten dalam perkataan dan perbuatannya. Dia yang kudamba adalah dia yang memiliki komitmen kuat, bukan yang kesukaannya hanya main-main saja.
Teruntuk “dia yang kudamba”, maaf mauku terlalu banyak. Jika dirimu belum memenuhi semuanya, tak apa, jangan minder. Kita bisa menjadi lebih baik saat melakukannya bersama. J


#10DaysKF #WritingChallenge #Day1 #Jurnal365Hari #Day18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar