Tidak harus bisa memecahkan
Teorema Fermat yang rumit. Tidak harus paham setiap detail teori mekanika kuantum. Tidak harus
jenius seperti Einstein. Tapi aku ingin yang seperti Galilei ataupun Kepler, mereka
taat beragama.
Taat beragama adalah syarat
mutlak kekasih idaman versiku. Dia yang bersamaku haruslah pribadi yang bisa
menuntunku menjadi orang yang lebih baik. Apalah aku yang imannya masih mudah
goyah, mudah terombang – ambing arus dunia yang semakin kuat menuju kekelaman.
Dia yang kudamba adalah orang
yang setiap minggu boleh duduk denganku di kursi Gereja. Sederhana, namun
romantis bukan? Kami saling mendoakan satu sama lain, saling menjaga komitmen,
dan saling mendukung satu sama lain.
Dia yang kudamba adalah dia yang
bisa kuajak berdebat. Masalah apapun, yang penting kami bisa beradu argumen. Tahu
kan kodratnya perempuan memang menjadi cerewet. Jadi, aku ingin berdebat dengannya, apapun
topiknya asalkan dengannya. J
Dia yang kudamba tidak harus putih
kulitannya. Bukannya rasis, namun aku suka yang sawo matang, terlihat lebih
keras usahanya dalam bekerja. Mungkin tidak begitu aslinya, namun pemikiranku
begitu, hehehe. Aku gadis yang boleh dibilang pendek, jadi aku mengharapkan dia
yang badannya tinggi. Kata orang biar bisa memperbaiki keturunan. Memang benar
sih, aku setuju hehehe. Dia yang
perutnya buncit justru menggemaskan
bagiku, empuk, tidak akan menyusahkan jika kuajak makan, menu apapun pasti mau
hahaha.
Dia yang kudamba adalah yang mau
menemaniku membaca, yang selalu sabar menunggu kepulanganku, yang telinganya
tak pernah menolak mendengar ceritaku, yang tangannya tak pernah menyakitiku,
dan yang mau menegurku jika aku berbuat salah. Dia yang kudamba adalah dia yang
membolehkanku ikut berkegiatan bersamanya, apapun itu asal bersamanya. Dia yang
kudamba adalah dia yang konsisten dalam perkataan dan perbuatannya. Dia yang
kudamba adalah dia yang memiliki komitmen kuat, bukan yang kesukaannya hanya
main-main saja.
Teruntuk “dia yang kudamba”, maaf
mauku terlalu banyak. Jika dirimu belum memenuhi semuanya, tak apa, jangan
minder. Kita bisa menjadi lebih baik saat melakukannya bersama. J
#10DaysKF #WritingChallenge #Day1 #Jurnal365Hari #Day18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar