Manusia itu cenderung melihat sesuatu dari bungkusnya
saja, suka nggak ngecek isinya bagaimana, setelahnya langsung main penilaian.
Yang bungkusnya kelihatan bagus dinilai baik, pun berlakusebaliknya.
Termasuk aku. Aku juga jadi salah satu objek penilaian mereka. Kadang mereka
cuma lihat aku dari pengamatan sekejap saja. Jadi, yang mereka lihat kadang
bukan aku yang sesungguhnya atau malah justru kebalikan dari aku yang
sesungguhnya. Beberapa penilaian yang salah tentangku adalah
- Rajin
BIG NO to this. Boleh dibilang aku ini anak Ibu yang paling malas. Nyapu malas,
nyuci malas, masak malas, tapi kalau makan nggak pernah malas hahaha. Dari
kecil, banyak orang yang bilang aku ini rajin, mungkin maksudnya rajin belajar
karena prestasiku lumayanlah di sekolah. Tapi menurutku itu salah. Aku belajar
seperti anak pada umumnya, nggak 'ngoyo', nggak berlebihan jam belajarnya. Jadi
kalau dibilang diriku yang slebor ini rajin, aku malah justru merasa keberatan.
Karena faktanya aku ini seorang pemalas, lebih suka tidur ketimbang
beraktivitas.
- Kuat/ tangguh
Aku nggak setuju banget kalau ada orang yang bilang aku ini pribadi yang
tangguh. Well, mungkin mereka bisa bilang begitu karena aku memang nggak pernah
menunjukkan air mata di depan umum separah apapun situasi yang kuhadapi. Tapi
bukan berarti aku nggak pernah nangis. Bagi manusia yang mulai menginjak dewasa
sepertiku patah hati adalah penyakit yang cukup sulit disembuhkan. Aku pernah
menangis semalaman karena patah hati. Sedihnya nggak akan hilang dalam hitungan
hari, bahkan tahun. Tapi aku tak pernah menunjukkan kesedihan itu dihadapan
orang-orang. Kusimpan sendiri saja tangisku. Aku mungkin terlihat tangguh
diluar, tapi sesungguhnya hatiku ini begitu rapuh.
- Baperan
Sering banget orang bilang "kamu tuh ya, dikit-dikit bawa perasaan, jomblo
aja sok-sok'an baper." Yaelah santai aja kali, aku juga nggak baper
beneran. Mungkin kalau tahun lalu iya, aku memang baker banget tahun kemarin
(kan lagi patah hati). Tapi kalau sekarang mah aku cuma ngreceh aja biar ramai.
Nggak baper beneran kok, serius deh. Aku cuma ngelucu aja siapa tahu emang lucu
dan bisa bikin ketawa orang. Kan lumayan dapat pahala? Hehehe
- Pintar
Noooo,
aku nggak pintar. Nilai akademik di sekolah bukan patokan utama seseorang
dikatakan pintar. Aku merasa ilmuku masih dangkal, masih butuh banyak belajar. Jika
nilaiku di sekolah bagus kuanggap itu
sekedar bonus atas usahaku yang mau
belajar. Tapi sungguh, aku nggak pernah merasa pintar. Itu hanya omongan
orang-orang.
- Pendiam
Orang yang
pertama kali ketemu aku pasti ngira aku ini pendiam. Well, jujur aku suka jaim
kalau ketemu orang baru. Tapi setelahnya, jreng jreng .... You’re trapped
hahaha. Aku ini cerewet banget, apa-apa diomongin bahkan hal yang nggak
penting. Biasanya setelah kenal sama aku orang pasti bilang “kirain pendiem
mbak, ternyata cerewet juga.” Ya emang
aku aslinya cerewet kok, cuma jaim aja pas pertama ketemu.
#10DaysKF #WritingChallenge #Day8 #Jurnal365Hari #Day25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar