Rabu, 25 Januari 2017

Opini vs Fakta

Manusia itu cenderung melihat sesuatu dari bungkusnya saja, suka nggak ngecek isinya bagaimana, setelahnya langsung main penilaian. Yang bungkusnya kelihatan bagus dinilai baik, pun berlakusebaliknya. Termasuk aku. Aku juga jadi salah satu objek penilaian mereka. Kadang mereka cuma lihat aku dari pengamatan sekejap saja. Jadi, yang mereka lihat kadang bukan aku yang sesungguhnya atau malah justru kebalikan dari aku yang sesungguhnya. Beberapa penilaian yang salah tentangku adalah
  • Rajin
BIG NO to this. Boleh dibilang aku ini anak Ibu yang paling malas. Nyapu malas, nyuci malas, masak malas, tapi kalau makan nggak pernah malas hahaha. Dari kecil, banyak orang yang bilang aku ini rajin, mungkin maksudnya rajin belajar karena prestasiku lumayanlah di sekolah. Tapi menurutku itu salah. Aku belajar seperti anak pada umumnya, nggak 'ngoyo', nggak berlebihan jam belajarnya. Jadi kalau dibilang diriku yang slebor ini rajin, aku malah justru merasa keberatan. Karena faktanya aku ini seorang pemalas, lebih suka tidur ketimbang beraktivitas.
  • Kuat/ tangguh
Aku nggak setuju banget kalau ada orang yang bilang aku ini pribadi yang tangguh. Well, mungkin mereka bisa bilang begitu karena aku memang nggak pernah menunjukkan air mata di depan umum separah apapun situasi yang kuhadapi. Tapi bukan berarti aku nggak pernah nangis. Bagi manusia yang mulai menginjak dewasa sepertiku patah hati adalah penyakit yang cukup sulit disembuhkan. Aku pernah menangis semalaman karena patah hati. Sedihnya nggak akan hilang dalam hitungan hari, bahkan tahun. Tapi aku tak pernah menunjukkan kesedihan itu dihadapan orang-orang.  Kusimpan sendiri saja tangisku. Aku mungkin terlihat tangguh diluar, tapi sesungguhnya hatiku ini begitu rapuh.
  • Baperan
Sering banget orang bilang "kamu tuh ya, dikit-dikit bawa perasaan, jomblo aja sok-sok'an baper." Yaelah santai aja kali, aku juga nggak baper beneran. Mungkin kalau tahun lalu iya, aku memang baker banget tahun kemarin (kan lagi patah hati). Tapi kalau sekarang mah aku cuma ngreceh aja biar ramai. Nggak baper beneran kok, serius deh. Aku cuma ngelucu aja siapa tahu emang lucu dan bisa bikin ketawa orang. Kan lumayan dapat pahala? Hehehe
  • Pintar
Noooo, aku nggak pintar. Nilai akademik di sekolah bukan patokan utama seseorang dikatakan pintar. Aku merasa ilmuku masih dangkal, masih butuh banyak belajar. Jika nilaiku di  sekolah bagus kuanggap itu sekedar bonus  atas usahaku yang mau belajar. Tapi sungguh, aku nggak pernah merasa pintar. Itu hanya omongan orang-orang.
  • Pendiam
Orang yang pertama kali ketemu aku pasti ngira aku ini pendiam. Well, jujur aku suka jaim kalau ketemu orang baru. Tapi setelahnya, jreng jreng .... You’re trapped hahaha. Aku ini cerewet banget, apa-apa diomongin bahkan hal yang nggak penting. Biasanya setelah kenal sama aku orang pasti bilang “kirain pendiem mbak, ternyata cerewet juga.”  Ya emang aku aslinya cerewet kok, cuma jaim aja pas pertama ketemu. 

#10DaysKF #WritingChallenge #Day8 #Jurnal365Hari #Day25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar