Rabu, 18 Januari 2017

Hysterical Moments

Histeris menurutku adalah suatu ekspresi berlebihan yang disebabkan oleh sesuatu yang terlalu membahagiakan atau sebaliknya. Patokan histeris versiku harus ada teriakan setelah melihat atau merasakan hal yang bikin histeris. Jadi harus  keluar kata kyaaaaa atau ahhhhhh  atau huwaaaa atau wowwww, atau semacamnya. Nah sebebenarnya hal yang kemungkinan bisa membuatku histeris itu banyak(mengingat aku memang orang yang boleh dikatakan lebay), tapi kalau hanya  tiga saja mungkin hal-hal berikut ini yang paling bisa membuatku histeris.

  • Ketemu Idola
Siapa sih yang nggak histeris kalau ketemu idolanya? Contohnya gini, salah satu idolaku kan  Bang Tulus. Misal aja nih aku ketemu dia  terus diajakin foto  bareng terus diajakin naik ke panggung buat nyanyi bareng, duhhh siapa sih yang nggak histeris kalau ketemu idolanya kayak gitu. Emmm, tapi yang diajakin nyanyi ke panggung mending di skip aja ding, nanti malah ngrusak mood yang nonton secara suaraku kan fals hahaha. Itu salah satu contoh ya, idolaku lainnya masih banyak sih. Bung Fiersa, Bang Wira, Mbak Rara, Mas Dion, Conan...yah walaupun nggak mungkin  banget kan ketemu Conan, tapi dia pantes diidolakan kok hehehe.
  • Ketemu Hantu
Sudah kubilang kan histeris nggak harus tentang hal yang membahagiakan. Aku yakin banget kalau aku ketemu hantu pasti akan teriak histeris. Aku ini kan penakut hahaha. Kran rumah nyala sendiri saja aku sudah ketakutan setengah mati, apalagi kalau benar-benar ketemu hantu. Nonton film horror sendiri aja nggak berani apalagi kalau beneran... Ahhh, jangan sampai ketemu. Ini kehisterisan yang nggak pernah aku harapkan bakalan terjadi dalam hidupku. Nggak bisa bayangin kalau ketemu terus aku teriak-teriak ketakutan setengah mati, mending kalau masih sadar, kalau histerisnya sampai pinsan kan bikin repot. Ah, jangan sampai terjadi ah.
  • Ketemu Cacing
Iya, memang benar aku takut cacing. Cacing bukan hewan berbahaya, sepertinya nggak beracun juga, kena sinar matahari juga dia mengering. Tapi yagitu, aku anti banget sama hewan yang namanya cacing. Jelek banget dia, hewan nggak ada bulunya, cuma polosan doang, jalannya klogat-kloget lagi. Dihhhh, nyeremin. Pernah dulu waktu masih kecil, aku nginep dirumah nenek. Paginya disuruh nyapu kebun sama sepupu aku. Nah, disitulah aku ketemu sama si cacing jelek. Parahnya sepupu aku yang tahu kalau aku takut sama cacing malah mainin si cacing tadi. Diambilnya si cacing (padahal dia cewek, berani banget megang cacing pakai tangan kosong) terus dilempar ke aku. Huwaaaaaa, udah pasti aku lari sambil teriak histeris, nggak jelas arah larinya kemana yang penting jauh dari si cacing. Aku ngadu ke nenek, tapi nenek malah ngetawain aku. Semenjak itu aku jadi tambah geli kalau lihat cacing. Nggak benci sebenernya, cuma jijik aja kalau lihat. Apalagi kalau lihat dia lagi klogat-kloget, udahlah aku nyerah (kabur sambil teriak-teriak nggak jelas).


#10DaysKF #WritingChallenge #Day2 #Jurnal365Hari #Day19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar