Hari ini ada acara Natal Sekolah Minggu se-klasis.
Semalam habis natalan pemuda dan hari ini natalan anak. Aku masuk kepanitian
namun jarang datang rapat karena jam rapat selalu bentrok dengan jam kerjaku. Jadi, harap maklum kalau aku nggak begitu ngerti acaranya. Hehehe. Sebenarnya aku
sudah mengundurkan diri, namun tetap dipaksa menyelesaikan acara ini.
Yasudahlah, mungkin ini akan jadi yang terakhir.
Jam 07.30 baru bangun karena semalam aku sampai rumah
jam 00.00 dan baru tidur pukul 01.30. Bangun tidur langsung ambil handuk karena
seingatku jam 08.00 harus sudah stand by di gereja. Singkat cerita jam 09.00
kami sudah sampai di Kronelan. Sampai di sana aku mbatin “muat nggak ya buat
anak se klasis”. Tapi aku tetap berpikiran positif, ah muat ah, itu udah
dipasangi tenda juga. Tapi ternyata yang mbatin gitu bukan cuma aku, dan
kenyatannya tempatnya memang nggak muat. Di dalam gedung rasanya seperti diungkep,
kipas angin hanya ada beberapa saja. Kasihan sebenarnya melihat anak kecil
harus rebutan oksigen, takut mereka dehidrasi juga. Namun aku terharu, di
tengah suasana dan fasilitas yang kurang mendukung, anak- anak kecil ini tetap
semangat mengikuti setiap acara. Bahagianya mereka terlalu sederhana bukan? Ikut
natalan aja bisa bahagia, ketemu teman saja bisa bahagia, bisa nyanyi dan nari
buat Tuhan saja bisa bahagia. Di saat ibu – ibu dan mbak – mbak diluar
mengkhawatirkan mereka dengan berbagai pikiran negatif, mereka tetap saja
tertawa saat menyaksikan pertunjukkan drama. Mereka nggak ngerti
dehidrasi,nggak ngerti kurang oksigen. Mereka cuma ngerti di dalam memang panas
tapi senang karena bisa natalan bareng teman – teman. Orang dewasa itu aneh
suka khawatir nggak jelas, suka nggak bisa menghargai kebahagiaan – kebahagiaan
kecil, suka ngak bisa bersyukur.
Hari ini aku belajar banyak dari anak – anak ini.
Bahagia nggak
harus hal – hal yang besar dan mewah, bahagia itu tergantung sudut pandang kita dalam menilai sesuatu. Kalau
kita bisa melihat segala hal dari sudut pandang yang positif, sudah pasti kita
akan bisa bersyukur. Jika bisa bersyukur sudah pasti kita akan bahagia.
Lepas dari banyaknya kekurangan baik dari fasilitas
maupun kekompakan panitia, ada banyak kebahagiaan yang aku rasakan hari ini.
Ah, aku ingin menemani mereka tumbuh hingga dewasa agar aku juga bisa belajar lebih
banyak lagi dari mereka. Terima kasih anak kecil dengan sejuta kebahagian kecil,
kalian malaikatku. J
“Senyum tulus, mata bercahaya
Tangan kecil
dengan suara tepukan yang besar
Langkah kaki
kecil namun penuh kepastian
Bersemangat menyenandungkan lagu - lagu Natal
Bersemangat menyenandungkan lagu - lagu Natal
Peluh dimana – mana
namun tak terdengar keluh
Wajah penuh keceriaan, hati penuh sukacita
Bercanda tawa merayakan Natal
bersama
Bahagia penuh harap, menyambut kelahiran Juruselamat
Orang dewasa bisakah seperti itu?”
#Jurnal365Hari
#Day8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar