Minggu, 08 Januari 2017

Natalan Klasis (Part 2)

Hari ini ada acara Natal Sekolah Minggu se-klasis. Semalam habis natalan pemuda dan hari ini natalan anak. Aku masuk kepanitian namun jarang datang rapat karena jam rapat selalu bentrok dengan jam kerjaku. Jadi, harap maklum kalau aku nggak begitu ngerti acaranya. Hehehe. Sebenarnya aku sudah mengundurkan diri, namun tetap dipaksa menyelesaikan acara ini. Yasudahlah, mungkin ini akan jadi yang terakhir.

Jam 07.30 baru bangun karena semalam aku sampai rumah jam 00.00 dan baru tidur pukul 01.30. Bangun tidur langsung ambil handuk karena seingatku jam 08.00 harus sudah stand by di gereja. Singkat cerita jam 09.00 kami sudah sampai di Kronelan. Sampai di sana aku mbatin “muat nggak ya buat anak se klasis”. Tapi aku tetap berpikiran positif, ah muat ah, itu udah dipasangi tenda juga. Tapi ternyata yang mbatin gitu bukan cuma aku, dan kenyatannya tempatnya memang nggak muat. Di dalam gedung rasanya seperti diungkep, kipas angin hanya ada beberapa saja. Kasihan sebenarnya melihat anak kecil harus rebutan oksigen, takut mereka dehidrasi juga. Namun aku terharu, di tengah suasana dan fasilitas yang kurang mendukung, anak- anak kecil ini tetap semangat mengikuti setiap acara. Bahagianya mereka terlalu sederhana bukan? Ikut natalan aja bisa bahagia, ketemu teman saja bisa bahagia, bisa nyanyi dan nari buat Tuhan saja bisa bahagia. Di saat ibu – ibu dan mbak – mbak diluar mengkhawatirkan mereka dengan berbagai pikiran negatif, mereka tetap saja tertawa saat menyaksikan pertunjukkan drama. Mereka nggak ngerti dehidrasi,nggak ngerti kurang oksigen. Mereka cuma ngerti di dalam memang panas tapi senang karena bisa natalan bareng teman – teman. Orang dewasa itu aneh suka khawatir nggak jelas, suka nggak bisa menghargai kebahagiaan – kebahagiaan kecil, suka ngak bisa bersyukur.

Hari ini aku belajar banyak dari anak – anak ini. Bahagia nggak harus hal – hal yang besar dan mewah, bahagia itu tergantung sudut pandang kita dalam menilai sesuatu. Kalau kita bisa melihat segala hal dari sudut pandang yang positif, sudah pasti kita akan bisa bersyukur. Jika bisa bersyukur sudah pasti kita akan bahagia.

Lepas dari banyaknya kekurangan baik dari fasilitas maupun kekompakan panitia, ada banyak kebahagiaan yang aku rasakan hari ini. Ah, aku ingin menemani mereka tumbuh hingga dewasa agar aku juga bisa belajar lebih banyak lagi dari mereka. Terima kasih anak kecil dengan sejuta kebahagian kecil, kalian malaikatku. J

Senyum tulus, mata bercahaya
Tangan kecil dengan suara tepukan yang besar
Langkah kaki kecil namun penuh kepastian
Bersemangat menyenandungkan lagu - lagu Natal
Peluh dimana – mana namun tak terdengar keluh
Wajah penuh keceriaan, hati penuh sukacita
Bercanda tawa  merayakan Natal bersama
Bahagia penuh harap,  menyambut kelahiran Juruselamat
Orang dewasa bisakah seperti itu?”

#Jurnal365Hari #Day8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar