"Lakukan yang kau suka
Hidupmu bukan hidupnya"
.
.
.
Ah, lagunya Bang Tulus selalu saja bikin hati ini ayem. Pas banget
sama suasana hati yang lagi nganu. Hehehe. Yah, beberapa hari ini memang lagi
sering kepikiran sama suatu hal yang ngganjel banget. Saat – saat terberat
adalah ketika kamu menyimpan segala bebanmu sendirian, nggak bisa cerita sama
orang lain karena khawatir menimbulkan perpecahan. Yah, cukuplah sambat sama
Tuhan. Tapi kemarin lega banget karena aku udah cerita masalahku sama seseorang. Seenggaknya bebanku sedikit berkurang. Dan hari ini aku bertemu dengan
teman – teman pemuda klasis untuk membuat dekor Natal. Awalnya sedikit merasa
canggung karena belakangan aku jarang ikut kumpul. Tapi canggungku hilang
karena mereka semua baik, ramah, dan menyenangkan. Feels like find a new
family. Lalu aku sadar bahwa aku merasa nyaman bersama mereka, aku bahagia bisa
terlibat melayani bersama mereka. Seberapapun berat tanggung jawab yang kamu
pikul kalau kamu melakukannya dengan senang hati bukankah terasa lebih ringan? Aku
harusnya nggak begitu peduli sama omongan (baca : ultimatum) orang lain tentang
kegiatan kami. Lagipula melayani nggak harus dirumah sendiri kan? Kadang kita
perlu merangkak keluar agar setidaknya mengenal dunia luar selain rumah
sendiri. Aku berkomitmen untuk menyelesaikan tanggungjawabku sampai batas waktu
yang telah ditentukan. Kenapa? Karena aku menyukainya. Tuhan sudah kasih kesempatan, tinggal akunya
pilih lanjut atau berhenti karena alasan yang cenderung kekanakan. Kalau hati
kecilku sih maunya lanjut. Boleh ya, Tuhan? J
#Jurnal365Hari #Day5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar