Senin, 23 Januari 2017

Kebanggaan yang Dianggap Remeh

Yang kubanggakan tapi dianggap remeh orang adalah membeli buku bacaan. Teman-temanku bilang eman-eman uangnya kalau cuma buat beli buku. Ibuku bahkan juga pernah melakukan hal yang sama, ngapain sih beli buku terus, menuh-menuhin rumah. Padahal aku bangga banget bisa beli buku pakai uang hasil keringatku sendiri. Ibu selalu mengarahkan agar uangku dipakai buat membeli barang-barang yang berguna. Maksud ibuku mungkin baju, tas, bedak, gincu, dsb. Tapi barang berguna versiku adalah buku. Pun aku sudah berkomitmen minimal satu bulan membeli satu buah buku. Lagipula aku tidak terlalu suka masuk ke toko pakaian, berlama-lama mencoba baju didepan cermin, berlama-lama di mall hanya demi sepasang sepatu. Ya intinya aku nggak terlalu suka berbelanja, itu saja.
Nenek pun pernah terprovokasi oleh omongan Ibuku. Nenek ikutan merayuku agar aku tidak lagi buang-buang uang (maksudnya beli buku). Mau bagaimana lagi aku lebih suka berlama-lama di toko buku, membanding-bandingkan buku mana dulu yang harus kubeli daripada berlama-lama di mall. Mungkin bagi mereka aku hanya buang waktu, buang uang, bagi mereka buku-buku itu nggak berguna, lebih berguna kalau punya baju banyak, tas banyak, sepatu banyak, gincu banyak. Menurutku buku itu penting, rajin membaca itu suatu keharusan. Sebenernya nggak harus beli sih, pinjem juga tidak apa asal benar dibaca. Namun bagiku, ada kepuasan pribadi ketika aku bisa memiliki sebuah buku, apalagi jika itu karya penulis favoritku.
Tepat di penghujung tahun 2016 aku dikejutkan dengan pengumuman undian berhadiah oleh sebuah toko buku online. Namaku tertera di situ, aku memenangkan sebuah sepeda gunung. Ah, aku senang bukan main. Ketika orang-orangan mulai meremehkan bahkan tidak mendukung hobiku, aku malah mendapatkan berkat yang luar biasa. Aku tidak ingat kapan tepatnya, mungkin Maret tahun lalu aku iseng ikut undian berhadiah itu, gampang sekali tinggal memasukkan nomor struk pembelian buku yang bertanda khusus. Aku tidak pernah mengharap akan menang undian, jujur saja waktu itu aku benar-benar hanya iseng. Tapi ternyata Tuhan mengizinkan aku mendapatkan salah satu hadiahnya. Ibu dan nenekku turut bangga atas apa yang kuperoleh. Dan sepertinya aku tidak akan dilarang lagi membeli buku bacaan. Terima kasih Tuhan, Berkat-Mu sungguh luar biasa. :)
Ps : hal yang dianggap remeh kadang bisa menghasilkan sesuatu yang tidak terduga.

#10DaysKF #WritingChallenge #Day6 #Jurnal365Hari #Day23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar